Jumat, 30 September 2011

Kemaruk #30harimenulis 2.0

Ahayy… tulisan pertama di program ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada penggagas program ini dan teman-teman yang mengikutinya #serasa terima penghargaan apa gitu ;). Oke, di paragraph bawah ini saya akan mulai menjelaskan kenapa judul saya seperti itu.

Cerita ini seperti biasanya tidak jauh dari kehidupan pribadi saya sendiri. Ya dalam hal ini, saya dan suami saya. Akhir bulan kemarin adalah waktu yang kami tunggu-tunggu karena.. It’s paycheck time. Dan tumben-tumbennya si suami ini mengajak makan di luar (biasanya gajian ataupun tidak, jarang banget makan di luar, red.), Akhirnya suami mengajak saya makan di suatu restoran Jepang, karena beliau ingin makan ramen.

Saya girang bukan kepalang. Karena terakhir kali saya makan sushi dan kawan-kawan ya… sudah lupa kapan. Setelah membolak-balik buku menu saya memilih bento box yang berisi sashimi, sushi, tempura, rice roll dan sup pasta kedelai, plate maki roll, ogura, dan teh panas. Keliatan kan kemaruknya.... Suami cuma bisa bilang “yakin bisa diabisin semuanya?”, saya dengan mantap menjawab, “Bisa. Lagian ada ayah juga qo.”

Ternyata oh ternyata,,, bento box-nya besar sangat, dan setelah semuanya keluar suami kembali bertanya, “Yakin bisa ngabisin?”. Saya “mmmm… makan dulu deh.” Ini sebetulnya sudah tidak yakin bisa menghabiskan semua itu. Akhir cerita di akhir makan malam di bento box tersisa tempura onion, snapper sushi, dan tuna roll masing-masing satu. Saya sudah sulit bernapas dan suami saya cuma geleng-geleng kepala “ngga diabisin?”, “Mice nyerah, yah.” Akhirnya tidak ada yang menghabiskan sisa makanan tadi. Sayang ya.

Lessons learned… mending tanya dulu yang berhubungan dengan apapun. Dari cerita ini ya menu tadi, semestinya tanya untuk berapa orang. Namanya juga kemaruk.