Jumat, 25 Januari 2013

Rayuan Geli

Kapan terakhir anda dirayu oleh orang lain selain pasangan anda? Mungkin bagi beberapa orang, jika anda membalas rayuan tersebut bisa jadi hal tersebut menunjukkan ketidaksetiaan anda kepada pasangan. Tetapi untuk saya pribadi, rayuan itu sendiri sebetulnya bentuk perhatian orang lain kepada anda. Mungkin jika lawan jenis atau bukan orang yang anda taksir, bisa dibilang menyindir atau sinis dengan anda. Ya terlepas dari niatnya, bagi saya tetap saja itu bentuk perhatian.

Jadi sebetulnya pertanyaan diatas lebih ditujukan kepada saya sendiri. Ya, saya dirayu oleh orang lain selain suami saya. Senang? Pasti. Geli? Jelas lah. Di usia saya yang sudah di akhir 20an dan dengan status saya, saya ingin tertawa bila ada yang merayu atau sekedar ingin kenalan. Alamak, kalau saja mereka tahu saya ini ibu dari seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Tetapi selain rasa tersanjung itu, sebetulnya saya tidak tega kalau memotong niat mereka itu. Lha wong, disampaikan dengan baik2, kenapa saya mesti membalasnya dengan tatapan sinis atau suara galak? (bener ngga sih saya??)

Tapi sebagai perempuan kita juga harus punya batasan untuk mengatakan tidak kepada rayuan-rayuan itu. Saya tidak ingin kalau apa yang terjadi di kemudian nanti adalah andil dari kita juga.

Ampun,,, saya masih ingat dirayu ketika suami saya duduk tepat disebelah saya. Suami saya sih hanya melihat kearah lelaki itu dan saya ketika lelaki itu mulai merayu. Ketika saya mengatakan saya pulang dengan suami saya, dan menunjuk kearahnya, senyum suami saya itu sepertinya berubah menjadi cengiran jahat, yang merayu jadi salah tingkah. Sebetulnya sudah benar belum sih cara saya menangani rayuan-rayuan itu?
Jadi kapan terakhir anda dirayu oleh orang yang bukan pasangan anda.