Kamis, 27 Oktober 2011

Kosong #30harimenulis...lagi

Apa gairah menulis anda hari ini?? Sepertinya saya mati ide hari ini. Mungkin hal ini bisa disebabkan karena tanggal tua ya (alah,,apa sih?). Biasanya saya mudah ditebak dari topic yang saya angkat, berarti hari tersebut saya sedang tergila-gila dengan yang menjadi topik. Tapi hari ini tampaknya semua biasa saja. Saya masih tergila-gila dengan topik yang kemarin. Saya betul-betul tidak bisa memikirkan topik yang pas hari ini.

Saya menulis di sela waktu menunggu pasien dan mendengarkan G.NA. Huft,, what’s interesting for me today? Tadi pagi satu kantor berbagi film My Boss My Heroes, itu loh serial Jepang yang menceritakan tentang penerus Yakuza yang bodoh sekali sehingga dia harus dimasukkan ke SMU kembali walaupun usianya sudah 27 tahun. Baru liat setengah bagian dari episode 1 saja, direktur klinik harus menutup video itu lantaran satu kantor tertawa keras sekali.

Semoga karena saya sepanjang hari memasang playlist ini, saya bisa lancar berbahasa Korea. Oh iya karena tidak ada ide untuk menulis hari ini saya berikan saya cover Poker Face oleh Two Months yang buat saya edgy dan keren bgt. Enjoy!!

Jakarta, 27 Oktober 2011

Mayang


Rabu, 26 Oktober 2011

Fanatisme #30harimenulis..lagi

Fanatisme seringkali disangkut-pautkan dengan perilaku negatif karena seringkali fan (sebutan orang fanatik terhadap sesuatu) melupakan apa yang dia lakukan terhadap dirinya atau lingkungannya ketika sudah fanatik terhadap hal tersebut. Seperti Yolanda Saldívar saat membunuh Selena Quintanilla-Pérez atau yang lebih dikenal dengan Selena pada tahun 1995. Atau yang mudah diingat adalah pembunuhan John Lennon oleh Mark Chapman.

Sekarang saya baru tahu apa yang dirasakan oleh ABG-ABG ketika berebut menonton SM*SH atau ketika Slankers jauh-jauh datang hanya untuk mendengar SLANK menyanyikan sekedar 2 atau 3 lagu. Tadinya saya pikir, hal seperti fanatisme ini tidak mungkin terjadi pada saya mengingat usia yang sudah lewat ABG, memiliki anak, pokoknya saya rasa sudah tidak mungkin terjadi. Ternyata hal itu terjadi juga.

Saya sebetulnya tidak pernah memiliki preferensi aktor, aktris, musisi, atau apapun yang saya suka dengarkan atau lihat. Insepsi yang dilakukan oleh lingkungan ternyata sukses membuat saya seorang fan dari seorang aktor, musisi, ataupun tokoh. Fan lho… bukan sekedar menyukai.

Mungkin bila saya diberi kesempatan untuk menonton Super Junior atau Maroon5, bertemu Kim Hyun Joong, atau sekedar berpapasan dengan George Clooney tampaknya saya akan hilang kesadaran atau masih untung kalau pipis di celana. Atau rasa itu akan hilang begitu saja setelah saya bertemu mereka. Apapun itu…Tuhan tolong beri saya kesempatan satu kali saja bertemu dengan orang-orang yang saya sebut diatas. Ah,,,dreaming indeed creating good feeling.

Jakarta, 26 Oktober 2011

Mayang

Selasa, 25 Oktober 2011

Heels... #30harimenulis..lagi

Isu tinggi badan antara pasangan biasanya jadi isu sensitif kalaupun tidak ya sedikit menyinggung ego. Karena dalam sistem sosial masyarakat dunia, termasuk di Indonesia, sudah biasa bila laki-laki lebih tinggi daripada pasangan perempuannya. Bila laki-laki lebih pendek akan terlihat aneh dan canggung. Tapi memang tidak semua pasangan seperti Gisele Bundchen dan Tom Brady. Sang perempuan tinggi, sang pria lebih tinggi lagi walaupun sang perempuan memakai hak sepatu yang tinggi juga.

Bagi perempuan memang sepatu hak bukan suatu keharusan, tapi untuk beberapa perempuan septum hak dapat meningkatkan percaya diri mereka, membuat mereka merasa lebih menarik, dan yang jelas semakin tinggi semakin kurus kita terlihat. Hal itu yang berlaku untuk saya. Memang dasarnya perempuan, bila melihat sepatu dengan hak saya langsung tergiur ingin membelinya. Untungnya suami saya termasuk yang tipe “sedikit” tersinggung. Dia tidak masalah bila saya membeli sepatu yang saya suka.

Kembali lagi dengan sepatu berhak, ternyata saat ini sepatu berhak tidak hanya digemari dan dibuat untuk perempuan tapi juga laki-laki. Selain boyband Kazaky yang selalu memakai sepatu berhak ramping atau stiletto di setiap penampilannya, banyak pria metroseksual atau dalam komunitas tertentu yang sudah memakai dan mengkoleksi sepatu berhak dengan merek Christian Louboutin atau Manolo Blahnik. Mereka juga menyadari bahwa sepatu itu membuat mereka lebih tinggi lagi dan membangun postur tubuh yang baik.

Ya kalau ingin menjadi juara DC Drag Queen Race 2011, saya sarankan berkonsultasi lebih dulu ke pakarnya sepatu berhak jenis apa yang cocok dengan kaki dan bentuk tubuh anda.

**********************

“Ayah, bagus ya sepatunya.” Mata saya hijau melihat sepatu berhak 7 senti itu dengan bahan kulit.

“Mmm. Coba kamu pakai.” Suami saya memperhatikan saya saat saya mencoba sepatu coklat itu.

“Ngga usah dibeli deh.” Jawab suami saya

“Kenapa? Mahal ya?”, saya berusaha merajuk agar dia membelikan saya sepatu incaran itu.

“Ngga. Cuma kamu jadi lebih tinggi dari aku.” Jawab suami saya

키스 #30harimenulis...lagi

Dua hari terakhir ini saya tergila-gila dengan salah satu drama Korea yang sebetulnya sudah ketinggalan jaman karena ini serial ini tayang di tahun 2010 ya gara-gara drama ini juga saya malas buka internet dan menulis. Playful Kiss atau Mischievous Kiss. Serial ini sebetulnya adaptasi atau remake dari serial drama Jepang yang berjudul Itazura Na Kiss yang diangkat dari komik yang berjudul sama pula. Dimana seorang perempuan yang bernama Oh Ha Ni yang lugu, bodoh, dan penyayang jatuh cinta pada Baek Seung Jo yang tampan (emang cakep banget!!), jenius, kaya, dan dipuja perempuan manapun.

Di Indonesia juga pernah membuat serial dari adaptasi ini dengan judul Ciuman Pertama, hanya sayangnya si pihak pembuat serial tidak mengklarifikasi ketika ditanyakan apakah serial yang dibintangi Agnes Monica itu adalah betul adaptasi dari serial Jepang diatas, sehingga menimbulkan banyak salah paham dan menganggap bahwa Ciuman Pertama adalah hasil menjiplak bukan adaptasi.

Anyway, di Playful Kiss ini saya gemas sekali dengan karakter pemerannya (saya pikir memang itu tujuan dari drama kan??), yang wanita selalu digambarkan bodoh tetapi baik hati. Sedangkan yang pria digambarkan “dingin”, pintar, dan dipuja banyak wanita (Hey, the world is revolving around him). Tapi selain itu ada juga yang bisa saya pelajari yaitu bila kita meyakini sesuatu, kita pasti tidak akan melepasnya apapun yang terjadi walaupun terkadang keyakinan itu sedikit luntur. Ya seperti yang orang bilang orang sabar pantatnya besar, sayangnya Oh Ha Ni tidak berpantat besar.

Gara-gara drama ini, suami saya jadi gemas setengah mati dengan saya. Bagaimana tidak, lha wong saya jadi lupa masak dan menyetrika baju-baju. Huft,,,tunggu saya di akhir pekan ini Hyun Joong oppa.
Jakarta, 25 Oktober 2011
Mayang

Sabtu, 22 Oktober 2011

Jodoh ep.2 #30harimenulis

Orang bilang jodoh tidak akan kemana, tapi ada juga yang bilang kalau tidak usaha mana bisa dapat jodoh. Jadi yang betul sebetulnya yang mana ya??? Apa kita harus menunggu? Darimana kita tahu kalau dia orang yang tepat. Hey, George help me with this,,, I listened it somewhere, but I forget what movie or music….

You’ll never know who will be the One. It could be the person next door. It could be someone you pass in the street everyday. We’ll never know. It could be anyone.

Kalau membicarakan masalah jodoh memang cuma Tuhan yang tahu. Kita juga tidak tahu bagaimana menentukan orang tepat. Semuanya harus kita putuskan dan jalani. Seperti cerita dongeng dimana semua berakhir bahagia. Tapi akhir bahagia relatif kan? Mungkin saja si putri dan pangeran pernah bertengkar hebat puluhan kali sebelum mengerti satu sama lain. Bisa saja mereka berdua pernah jatuh miskin dan tidak memiliki apapun dan hal tersebut yang membuat mereka bisa bahagia. Who knows??

Jodoh bisa ditemukan dimana saja dan tidak dimana pun. Jangan heran bila di masa depan nanti anda mengingat kembali soal jodoh,,, jodoh mah jorok.

Jumat, 21 Oktober 2011

Analogi #30harimenulis...lagi

Analogi

Pernahkah anda disamakan dengan binatang atau sesuatu apapun? Ya, seperti “nanti gendut loh kaya babi”, “jalannya lelet kaya siput”, atau mungkin “tinggi, kurus banget ya. Kaya tiang listrik”. Ouch.

Seumur hidup saya, sudah sering saya dianalogikan dengan “kawan-kawan” tersebut. Untungnya saya tidak ambil pusing bila komentarnya justru menyindir saya. Terserah orang mau bilang apa. Tapi buat saya komentar-komentarnya itu saya anggap pujian saja. Mungkin saja, saya tidak pintar membaca arti di balik komentar itu.

Tapi analogi yang saya sukai adalah analogi ibu saya, ingatannya kuat seperti gajah. Konon, gajah bila disakiti oleh kawanannya atau manusia, dia akan tetap ingat sampai kapanpun. Sehingga saat dia bertemu kembali dengan yang menyakitinya, si gajah bisa marah. Walaupun ingatan saya juga tidak setajam itu. Namanya juga manusia.

Jika berbicara soal analogi, saya jadi teringat mantan rekan kerja yang doyan sekali melabeli kawan-kawannya, termasuk saya. Bukan hanya rekan kerja saja, bos pun dia beri nama “keren”. Yang rajin sekali ngomong, diberi nama ratu lebah. Bos yang berukuran besar dan doyan makan, diberi nama paus. Teman yang paling mungil diberi nama Unyil. Semuanya diberi nama, hanya saya saja yang belum. Saya pun bertanya,

“kalo gue apa, bang?”.

“elu,…Kangguru.” jawab dia.

“kok Kanguru?”

“Soalnya perut lu bisa nampung apa aja. Lagian kalo minjem apa aja, lu ada.” (Doraemon kali…..)

Jakarta, 21 Oktober 2011

Mayang


P.S : Huft,,,,masih punya hutang satu lagi

Kamis, 20 Oktober 2011

Jodoh #30harimenulis...lagi

Suatu ketika teman saya ketika kuliah mengatakan, “Jodoh mah jorok.” Maksud beliau dengan jorok adalah kita tidak bisa menebak akan berbagi sisa hidup dengan siapa, bertemu dimana, baik buruknya seperti apa. Sedangkan biasanya untuk yang belum mempunyai pasangan hidup standarnya biasanya masih mengharap sesuai yang dia mau. But, you can’t have it all.

Justru di situlah kejutan-kejutan yang diberikan oleh sang Maha Tahu. Seperti kisah teman saya yang cerita pertemuan dengan, InsyaAllah, calon pasangan hidupnya memang jorok sekali. Bagaimana tidak, kalau saya bertemu dengan suami di kampus, atau kawan yang bertemu dengan istrinya di tempat kerja, teman saya ini bertemu dengan calonnya di perempatan lampu merah Mampang. Iya, perempatan lampu merah Mampang. Bukannya jadi pengamen atau polisi, tetapi sesama pengendara motor.

Ketika teman saya ini menceritakan pertemuannya yang pertama kali dengan si calon, dia sebal setengah mati (padahal jual mahal juga ;P). Dia bingung, bisa-bisanya pria itu flirting di saat mereka semua berhenti. Tapi tetap saja, teman saya ini juga berkomentar kalau tampang si pria itu lumayan juga. Oalah…. Wanita..wanita.. tetap saja malu-malu kucing. Hingga tahun ini mereka sudah lebih dari 1,5 tahun berhubungan. Awalnya saya hanya berpikir hubungan mereka tidak akan bertahan lama, karena teman saya ini tipe yang meledak-ledak emosinya. Ternyata justru penemuan di lampu merah Mampang bisa membuat dia lebih sabar.

Jakarta, 20 Oktober 2011

Mayang

Selasa, 18 Oktober 2011

Pertama & Terakhir #30harimenulis...lagi

Saya pertama kali dengan si istimewa ini ketika kuliah dulu. Bukan di tahun pertama, layaknya ABG yang pantas menyukainya tetapi di tahun ketiga kuliah. Tadinya respons saya hanya "Nggak kenal. Emang bagus?". Ternyata setelah saya melihat untuk pertama kali, mata dan hati saya langsung terkunci pada mereka.

Ya, mereka. Mereka adalah Super Junior. Yang pertama menangkap pandangan mata saya adalah, wow..betapa sinkronnya gerakan mereka. Makin tambah cinta ketika saya pandangi mereka satu persatu... meleleh saya. Mungkin tulisan saya ini seperti surat cinta remaja tanggung tapi apa boleh buat memang seperti inilah saya bila membicarakan SuJu. Semakin bertambahnya waktu tidak membuat saya berpaling ke lain hati. Saya makin tersihir oleh mereka.

Maaf untuk Big Bang, 2PM, MBLAQ, dan kawan-kawan. Bukannya saya tidak menghargai usaha kalian menarik mata dan hati saya, tapi bagi saya Super Junior tetap menjadi pertama dan yang terakhir.

SuJu Forever!!!

Jakarta, 18 Oktober 2011
Mayang

Today is the Day… #30harimenulis...lagi

Ternyata hari ini merupakan hari bersejarah untuk GKR Bendara dan KPH Yudanegara, karena pukul 10.00 WIB tadi pagi mereka berdua resmi menjadi suami isteri. Hari ini juga hari yang saya nantikan, karena jika tidak ada perubahan maka The Boys miliknya SNSD akan rilis sekaligus menandakan comeback-nya mereka ke dunia musik.

Tapi yang bikin saya senang sekaligus bingung bukan kepalang adalah hari ini merupakan hari lahir anak saya tahun ke-6. Senang karena saya benar-benar bersyukur sudah diberi amanah sampai sedemikian besar. Bingung, lantaran harinya jatuh di hari kerja. Saya tidak bisa cuti sembarangan. Saya sedih. Tapi yang bikin saya tertawa adalah beberapa hari sebelum dia berulang tahun, dia menelepon untuk minta hadiah. “Memang Atha mau hadiah apa?” tanya saya. “Terserah ibu deh, nanti titipin pak pos aja bu.” jawabnya. Anak saya ternyata sudah berkenalan dengan Pak Pos yang sering ke rumah.

Akhirnya saya belikan dia sebuah tempat makan lengkap dengan tas dan aksesorisnya. Semoga saja dia suka.

Selamat Ulang Tahun ya sayang….
Semoga di umur yang ke-6 ini, Atha semakin soleh, pintar, dan kreatif ya. Bapak dan Ibu mendo’akan supaya Atha tidak lupa shalat lima waktu, bisa puasa satu hari penuh, lancar membaca Al-Quran, dan diberi kesehatan lahir batin.

Love you, honey….
Jakarta, 18 Oktober 2011
Mayang

Senin, 17 Oktober 2011

H.O.T. #30harimenulis..lagi

Saya saja atau anda juga merasa kepanasan yang amat sangat beberapa hari ini? Hari Minggu kemarin kebetulan saya pergi ke Bekasi untuk menghadiri acara syukuran keluarga dari pihak suami saya. saya dengan percaya diri memakai baju lengan panjang berbahan kaos tanpa membawa baju ganti. Sesampainya disana saya masih aman-aman saja. Saya ikuti pengajian dengan khidmat, tapi jam baru menunjukkan pukul 09.00 ketika saya mulai merasa pengap. Tidak sampai satu jam, punggung saya sudah mulai dialiri keringat-keringat. Saya sibuk mengipasi diri saya sendiri.

Suami saya pun ikut kepanasan. Saya merajuk ingin pulang cepat, karena baju saya sudah basah. Ingat kan di posting saya pertama tentang Public Speaking? Kalau sudah berkeringat, tidak butuh waktu lama bagi tubuh saya mengeluarkan bau-bauan khas. Karena semua anggota keluarga yang ikut pergi juga merasa kepanasan, ibu mertua saya memutuskan untuk mampir ganti baju di rumah salah satu adiknya. Saya langsung lega, karena sang bulik berbaik hati meminjamkan saya baju kaos. Saya lega.

Ujung cerita, karena berhubung kendaraan yang dinaiki oleh sekeluarga suami saya tidak memiliki pendingin, suami saya yang duduk di samping saya mengatakan “Mice, ngga usah angkat tangan. Simpen aja buat diri sendiri.” Saya yang sudah kepanasan dan sebal hanya bisa bilang, “Maaf, R**ona-nya mestinya make satu truk.”

Jakarta, 17 Oktober 2011
Mayang

What’s Sexy?? #30harimenulis...lagi

Menurut anda apa seksi itu? Payudara besar? Rambut hitam dan lebat? Badan model J.Lo? Atau mungkin Keira Knightley? Terkadang saya sendiri tidak tahu apa arti dari seksi itu sendiri. Kalau buat mata, otak, dan hati saya tertarik ya saya bilang itu seksi. Walaupun saya juga ngiler kalau melihat cowo macam George Clooney atau membaca buku Mr. McDermott, itu juga saya bilang seksi.

Tapi apakah anda tahu, sebetulnya tubuh ini sudah punya sinyal-sinyal untuk mendeteksi standar seksi itu. Just blame it all to hormone!! Ternyata pria, walaupun di luar selera atau tipe perempuan ideal mereka, melihat keseksian seorang perempuan itu rasio pinggang : pinggul 7/10. Karena dari hasil penelitian wanita dengan ukuran tubuh seperti itu (mirip-mirip jam pasir gitu deh), secara hormonal wanita tersebut mendistribusikan lemak yang tepat untuk kesuburan sehingga lebih mudah hamil, lebih mudah melahirkan dan jarang keguguran. Sedangkan ukuran keseksian laki-laki secara hormonal dilihat dari bidangnya bahu, beratnya suara, dan satu lagi apa ya??? Lupa saya.

Tapi apa seksi itu menurut anda adalah percaya diri dan pintar? Seperti Oprah Winfrey atau Andy F. Noya. Karena selain melihat fisik kita akan melihat kepribadian orang lain untuk melihat ‘isi’nya. So, what’s sexy? That’s yours to decide. Gracias.

Jakarta, 17 Oktober 2011
Mayang

Jumat, 14 Oktober 2011

Monthong #30harimenulis...lagi

Tadi malam saya dan suami berbelanja di salah satu swalayan. Singkat cerita kami berdua setuju membeli durian. Sebetulnya salah satu yang membuat kami tergiur adalah potongan harga 50%. Sang petugas diskon mengatakan potongannya akan diberikan di kasir. Saya yakin betul, saya dan suami sudah mengambil durian yang ada label “discount 50%”. Tapi apa mau dikata ternyata sampai di kasir, durian itu tetap dikenai harga normalnya.

Suami saya keberatan dan protes dengan kasir. Masalah potongan harga ini sebetulnya diatasi cukup cepat oleh si supervisor kasir. Kami diminta mengambil selisih harga dari durian itu di bagian informasi. Nah, di tempat ini saya mendapatkan pembelajaran. Di saat yang sama saya menunggu selisih harga itu, datang supervisor lain yang juga membawa durian dan dia mengatakan ke bagian informasi, “Yang ini dulu.” sembari menyodorkan durian dan struk. Si bagian informasi menolak dan mengatakan sudah ada yang lebih dulu (saya, maksudnya). Tapi si supervisor ini ngotot agar durian yang dia pegang diurus lebih dulu. Baru saja saya akan membuka mulut, ternyata oh ternyata saya tahu apa yang membuat si supervisor itu ngotot. Pelanggan yang dia urus adalah seorang bapak, tapi mulutnya itu loh....penuh makian, keluhan, dsb.

Saya tersenyum melihat tingkah dan ocehan bapak itu. Saya jadi terpikir saat itu, apa gunanya komplain dengan marah-marah seperti itu? Apakah komplainnya tidak akan tercampur dengan keluhan-keluhan lain? Padahal jika kita komplain dengan tenang dan tidak dengan marah, si customer service pasti tidak akan menutup diri dari keluhan kita, dan keluhan cepat ditanggapi dan diatasi.

Marah dan sinis hanya akan memakan energi kita lebih banyak dan memberikan energi negatif ke kita.

Jakarta, 14 Oktober 2011

Mayang

Kamis, 13 Oktober 2011

Triple Chocolate Love #30harimenulis..lagi

Saya teringat dengan kata-kata Hideaki Takizawa sebagai Manato (yang sudah di-sulih suara tentunya) kepada Kyoko Fukada (Yui) di serial Strawberry on the Shortcake. Di serial itu Manato menanyakan mengapa Yui menyisakan strawberry di shortcake yang dia makan? Apakah Yui tidak suka? Yui malah menjawab bahwa justru karena strawberry itu adalah favoritnya, dia menyisakannya untuk dimakan terakhir. Manato menimpali, kalau memang Yui suka kenapa tidak dimakan pertama kali? Kita tidak pernah tahu apakah kita bisa memakan strawberry itu bila kita kekenyangan.

Perspektif yang berbeda tetapi saya penganut dua-duanya. Kalau saya sedang ingin menikmati makanan di depan saya, pastinya bagian yang menjadi favorit saya makan belakangan. Sedangkan bila saya makan dengan berbagai ‘ancaman’ (jujur saja, kalau soal makanan saya bisa pelit sekali), yang jadi favorit pasti saya makan duluan. Tapi mengingat teguran dari dokter (dan Allah tentunya), akhir-akhir ini saya terbiasa dengan cara yang nomor dua, menghabiskan yang favorit dulu.

Tapi kalau boleh dan Allah mengijnkan, saya ingin sekali memakan bagian favorit saya selama saya hidup. Biarpun sedikit tapi saya bisa merasakan bagian itu setiap waktu. Kalau terus menerus makan bagian favorit, bisa-bisa saya nanti muak dengan bagian favorit itu. Padahal bagian favorit itu yang menjadi angin segar buat saya.

Anyway, yang jelas jangan berlebihan kalau makan. Seperti saya sekarang. Mentang-mentang semuanya bagian favorit, saya mual hanya karena melihat bentuknya saja. Bon appétit.

Jakarta, 13 Oktober 2011

Mayang

Rabu, 12 Oktober 2011

Jerawat #30harimenulis

Saya mengangkat judul ini karena saya teringat dengan adik-adik saya yang selalu ribut dengan masalah muka penurun harga diri ini. Sejak mereka masuk SMU, setiap minggu pasti ada saja omongannya, “Ibu,, kok jerawatnya ada lagi?” atau “Kenapa sih harus di hidung?” atau “jerawat Kiki kok lebih banyak dari Riri?” dan masih banyak komentar lainnya. Mereka juga protes perihal jerawat ini kepada saya, karena, Alhamdulillah ya muka saya sejak dulu tidak dipersulit dengan masalah jerawat-jerawatan ini.

Mungkin karena sudah sebal dengan keluhan adik-adik saya atau ingin menaikkan derajat sesama wanita juga, alm. nenek saya semangat sekali menyodori mereka dengan berbagai produk dan cara agar si jerawat itu hilang dari muka mereka. Berbagai obat sudah mereka coba termasuk dengan jamu-jamuan. Mulai dari olesan bawang putih sampai jamu paitan. Kata orang kalau rajin minum jamu paitan, tubuh bebas dari penyakit kulit dan nyamuk tidak suka. Alhasil adik saya Kiki rajin minum jamu sambiloto hasil racikan nenek saya sehari sekali. Padahal rasanya itu,,,Ampun. Baru kena bibir saja, rasa pahitnya sudah kena pangkal lidah dan tenggorokan.

Sebagai kakak yang baik (uhuk..uhuk..) saya cuma bisa kasih motivasi positif buat mereka karena kan jam terbang saya soal perjamuan dan pengobatan jerawat tidak semutakhir nenek saya. Kalau mereka sedang sebal dengan jerawat mereka, saya hanya bisa bilang jangan dipegang. Kalau mereka mengatakan muka saya muka badak (karena jarang sekaliiii muncul jerawat), saya mengiyakan saja. Daripada bikin mereka tambah sebal.

Tetapi kalau sekarang mereka sudah jarang mengeluh seperti dulu. Yah, bila ada jerawat menghampiri muka mereka kembali kemudian melihat muka saya yang bersih dari jerawat ;D mereka akan menanyakan produk-produk kosmetik yang saya pakai dan bila hasilnya nihil, “Muka lu muka badak sih mba”. Saya hanya bisa tersenyum lebar.

Jakarta, 12 Oktober 2011

Mayang

Selasa, 11 Oktober 2011

Bakpia #30harimenulis..lagi

"Kenapa harus itu sih, May?

“Kalau beli bakpia kan deket. Tinggal ke Pathuk.”

“Minta delivery aja. Ada kan delivery-nya?”

Semua orang yang pernah berkunjung ke Jogjakarta pasti tidak asing lagi dengan penganan satu ini yang kerap kali dijadikan oleh-oleh. Saking terkenalnya makanan ini, mereknya pun macam-macam. Ada yang hanya dua digit angka sampai yang tiga digit angka. Tapi hanya satu yang saya cinta… Komentar-komentar diatas malah membuat saya semakin yakin dengan bakpia yang satu ini.

Namanya bakpia Kurnia Sari (ini dihitung promo ga ya?). Pertama saya kira bakpia ini sama seperti bakpia-bakpia lain. Ternyata,,,, perbedaannya dengan bakpia lain malah membuat saya jatuh cinta. Selain tempat pembuatannya di Umbulharjo, kulit bungkus pia-nya itu yang berlapis-lapis (Tango kali...). Saya kenal bakpia ini dari anak saya yang ngotot minta dibawakan oleh-oleh bakpia ini. Setelah saya telusur via internet sebelum membeli, respon dari penikmat kuliner ternyata positif. Saya makin penasaran.

Setelah dus bakpia di tangan saya (dan anak saya tentunya), setelah melewati beberapa cobaan untuk mendapatkan bakpia ini, saya lupa diri. Ya rakus juga sih. Kalau tidak ingat berapa kalori yang sudah masuk ke dalam tubuh saya, sudah pasti satu dus saya habiskan. Mungkin saya hanya ingin membuat penasaran pecinta bakpia, tapi saya tidak memaksa anda untuk menyukai bakpia ini. Selera tidak harus sama kan??

Jakarta, 11 Oktober 2011

Mayang


Senin, 10 Oktober 2011

Curhat #30harimenulis...lagi

Apa yang anda lakukan bila ada seseorang yang mengaku kenal anda dan mengajak anda berkenalan? Saya paling bingung kalau sudah menghadapi hal ini.

Bukannya bersikap sombong atau cuek, hanya saja saya tidak terbiasa menerima telepon dari orang yang tidak saya kenal secara langsung. Beda lagi dengan teman di media sosial, walaupun saya belum kenal mereka secara langsung, tetapi mereka adalah teman dari teman saya yang sudah saya kenal dekat sebelumnya.

Apakah saya salah bila saya menolak merespon keinginan orang-orang itu? Apa yang harus saya lakukan? Karena dering, nada pesan singkat, atau email-email itu mengganggu saya. Pada taraf apa anda melihat bahwa orang ini tulus ingin berteman dengan anda? Akan lebih baik bila saya bertemu dengan orang-orang ini secara langsung terlebih dahulu sebelum mereka menghubungi saya sehingga saya bisa menilai mereka.

Bila saya memilih untuk tidak menghiraukan mereka, mereka akan menganggap saya sombong. Apa mereka tidak merasakan dari penolakan saya itu merupakan ketidaknyamanan saya untuk berkomunikasi dengan mereka. Guys, I really need your advices. Seriously.


Jakarta, 10 Oktober 2011

Mayang

Food memories #30harimenulis...lagi

Ternyata mengunggah via mobile tidak semudah yang dibayangkan. But i`ll just give a shot.

Pasti anda pernah mengalami kilas balik saat memakan sesuatu. Entah itu hal yang menyenangkan atau tidak mengenakkan. Hal ini terjadi pada saya hari ini.


Sudah 2 hari ini saya ingin sekali memakan surabi. Sepertinya kalau ke Jatinangor tidak mampir untuk beli surabi, sepertinya tidak pas. Ketika saya sudah memakan surabi oncom itu, saya teringat kembali dengan memori 3 tahun yang lalu. Ketika waktu sepertinya masih berpihak dengan saya. Berbincang dengan ibu penjual surabi mengenai keluarganya atau keluarga saya.


Saya sangat menikmati saat-saat itu. Lalu apa food memories anda? Semoga banyak diisi dengan kenangan manis.

Tangerang, 9 Okt 2011
Mayang

p.s : Min, tulisan hari ini saya bayar besok ya. Kurang asyik nulis via mobile #alesan

Ramayana #30harimenulis..lagi

Jujur, kalau ada yang memberi judul tulisan seperti diatas saya justru membayangkan department store yang bernama sama. Tapi kali ini saya ingin sekali menceritakan tentang sendratari Ramayana yang minggu lalu saya tonton di Purawisata. Karena semuanya magis bagi saya.

Pertunjukan ini berlangsung dari pukul 20.00 WIB sampai 21.30 WIB, tapi sayang ketika saya datang kesana dengan keluarga teman saya kita semua belum makan malam. Untungnya rasa lapar itu terbayar setelah saya menonton sendratari ini. Lakon yang dimainkan mulai dari penculikan Dewi Shinta, gugurnya Kumbokarno, Hanoman Obong, dan Shinta Obong. Tadinya saya juga kebingungan mengikuti ceritanya, tapi untung saja ada salah satu penonton yang berbisik-bisik dengan kawannya menjelaskan jalannya cerita tersebut.

Semuanya membuat saya terkagum-kagum karena saya tahu bahwa untuk membuat jalan cerita hidup dan dapat dinikmati oleh penontonnya, para penari tersebut harus betul-betul merasakan karakter perannya. Dan waktu yang dibutuhkan untuk menumbuhkan hal tersebut bukan hal yang mudah selain waktu yang tidak sedikit.

Secara keseluruhan saya terpesona dengan suguhan sendratari ini. Terlebih karena pemeran Laksmana membuat saya tidak dapat melepaskan pandangan. Yang menjadi anti-klimaks dari pertunjukan ini justru bukan berasal dari pertunjukan itu sendiri. Melainkan dari celoteh anak teman saya yang berkomentar tentang Dewi Shinta, “Mommy, why the woman have pantat besar?”

Jakarta, 10 Oktober 2011

Mayang

Jumat, 07 Oktober 2011

Kondom ep.2 (5/10)

Semuanya mungkin. Termasuk tidak mengetahui cara memakai kondom dengan benar.

Kalau dipikirkan, sebetulnya anda hanya perlu membuka kemasan, memasangnya, lalu pakai. Easy right?? Nggak juga. Di demo pemasangan kondom yang saya terakhir saya ikuti, seorang pria melakukan 3 kesalahan dalam pemakaian kondom. Say hi to your baby then..

Jadi begini langkah pemakaian kondom dengan tepat.

- Sebelum membuka, ada baiknya anda memeriksa terlebih dahulu tanggal kadaluarsanya. Kalau makanan kadaluarsa bisa membuat anda keracunan, kondom kadalursa pecah dan membuat anda terjangkit infeksi menular seksual dan mendapatkan keturunan.

- Buka kemasan dengan terlebih dahulu menggeser kondom dalam kemasan ke salah satu sisi dan buka dengan menyobek kemasan menggunakan sisi yang memiliki perforator. Jangan membuka dengan menggigit kemasan, nanti kondomnya bisa sobek.

- Sebelum membungkus penis, jangan lupa memencet ujung kondom sehingga tidak ada udara yang terjebak. Kalau ada udara, sangat tinggi resiko kondom pecah.

- Setelah memencet ujungnya, baru anda bisa memakainya dengan cara menyarungkan gulungan sepanjang penis.

- Jangan membiarkan kondom yang telah terpakai terbuka begitu saja. Setelah dilepaskan, ikat ujung yang terbuka dengan simpul. Setelah itu baru anda buang.

Jadi sebetulnya tidak sulit memakai kondom dengan benar. Anda juga bisa membaca kemasan kondom bila anda ragu2. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan? Mohon maafkan bila saya menggunakan bahasa yang terlalu vulgar dalam tulisan kali ini. It’s merely for education.

Cileunyi, 7 Oktober 2011
Mayang

Kondom ep.1 (4/30) #30harimenulis...lagi

Apa anda pikir anda sudah tahu betul tentang kondom? Bagaimana cara pemakaiannya? Atau sejarahnya? Supaya tidak terlalu vulgar, pada episode pertama Kondom kali ini saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang sejarahnya.

Pada 1,000 tahun SM, masyarakat Mesir Kuno menggunakan linen sebagai sarung pengaman pencegah penyakit. Sebetulnya ada versi lain yang menyatakan bahwa pada masa tersebut masyarakat Mesir Kuno menggunakan usus binatang sebagai sarung pengaman. Oke,,, mungkin kita bisa pakai kedua versi tersebut ;)

Yang terjadi 2,500 tahun kemudian, Gabrielle Fallopius mengaku telah menemukan sarung pengaman yang terbuat dari linen dan menguji cobanya pada 1,100 laki-laki (berarti 1,100 hubungan seksual ya??). Hasilnya tidak ada satupun dari kelompok uji coba itu yang tertular penyakit sifilis. Di abad yang sama pula, juga ditemukan bahwa sarung pengaman ini juga bisa mencegah kehamilan bila direndam dengan cairan kimia tertentu (Thank God, I was born in this era. Who knows what inside that chemical). Cairan tersebut berfungsi untuk mematikan sperma.
Di tahun 1,700 M, kondom dibuat dari usus binatang. Tapi hal ini membuat harga kondom menjadi mahal walaupun kondom tersebut dapat dipakai berulang (Euh,,,yuckss).

Tahun 1880 kondom nulai dibuat dari lateks. Tahun 1894, Goodyear dan Hancock memproduksi kondom secara massal dari karet yang divukanisasi sehingga memiliki elastisitas yang kuat. Walaupun begitu, pemakaian kondom secara luas terjadi pada tahun 1930an. Mengingat pada era ini terjadi PD I, dan selain sebagai alat kontrasepsi, kondom juga dipakai sebagai pelindung laras senjata sehingga dapat dimasuki air.

Tahun 1935, sekitar 1,5 juta kondom diproduksi setiap hari di Amerika Serikat. Tahun 1990-an muncul bermacam-macam jenis kondom dan pertama kalinya muncul jenis polyurethane. Pada tahun 1993 produksi kondom lateks mencapai 8,5 juta miliar. Yang menjadi pertanyaan, kemana ya sisa kondom yang terpakai?? Apa didaur ulang ya?

Di episode berikutnya, saya akan menulis bagaimana memakai kondom dengan benar. Karena tidak semua orang bisa memakainya dengan tepat terlepas dari jenis kelaminnya dan status perkawinan. See you.

Cileunyi, 7 Oktober 2011
Mayang

Rabu, 05 Oktober 2011

Persepsi (3/30) #30harimenulis...lagi

Judul ini terlintas di kepala saya sesaat setelah saya menulis tulisan yang kedua. Saya rasa ini hal yang keren mengingat semua visualisasi dipengaruhi oleh persepsi dan bagaimana kita bereaksi terhadap suatu hal juga dipengaruhi oleh persepsi. Seperti yang saya rasakan ketika hari pertama pembukaan acara PERNAS AIDS di Yogyakarta. Selama menunggu tamu berdatangan, panitia menayangkan iklan kondom secara terus menerus, dan anda tahu apa? Ketika acara akan dimulai pikiran saya sudah di tempat lain, tepatnya sudah berada di kamar saya dengan suami saya. Gee,,,I get so horny.

Kemudian setelah acara dibuka ada tari kreasi dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogya) yang berjudul Purgo. Tadinya saya mengira tarian ini adalah tarian dengan tema persahabatan, tetapi ketika tarian sudah berjalan saya berpikir..Oh, oke, ini bercerita bagaimana petualangan seksual bisa membuat anda hidup menderita. Dalam hal ini menderita karena tertular HIV ataupun IMS yang lain. Tapi visualisasi tarian itu benar-benar tepat sasaran. Saya bisa merasakan emosi yang terjadi diatas panggung. Bagaimana sang pria merayu wanita-wanita itu, apa saja yang dia lakukan kepada wanita itu, bagaimana perasaan sang pria, pokoknya Woww... suhu ruangan sepertinya meroket dengan cepat. Tetapi selain emosi-emosi tersebut, tarian tersebut keren.

Dan apakah anda tahu, sikap yang saya ciptakan dengan persepsi saya setahun terakhir ini, saya otomatis menyapa seorang waria (berpakaian seperti wanita ataupun tidak) dengan sapaan Mbak atau Ibu. Dan mereka terlihat nyaman dengan hal tersebut. Jadi kalau merasa harus menegur waria, katakan saja “Permisi mbak...”

Jogja, 5 Oktober 2011

Mayang

Early Morning #30harimenulis...Lagi

Tulisan ke2 di hari ke3.

Saya benar-benar tidak tahu harus menulis apa pada hari kemarin. Tetapi karena masih tidak ada ide dan saya cenderung malas kalau pekerjaan saya ditumpuk, so here we are.

Saya bingung. Kenapa setiap kali saya atau suami saya tugas ke luar kota, tidur saya bisa nyenyak sekali? Ya, mungkin tidak ketika saya harus memberikan presentasi keesokan harinya. Tapi selain itu tidur saya seperti orang mati. Saya terpikirkan ini karena di hari lain, tidur kaya seperti tidur ayam. sudah tidur menjelang tengah malam, di tengah tidur saya seringkali terbangun dengan alasan yang tidak jelas. Ujungnya, pagi hari mata saya seperti mata panda. Ok, tadi hanya pemikiran saja.

Yang menjadi pemikiran saya di pagi ini adalah apa yang akan saya lakukan hari ini. Saya ingin berfoto dengan kondom raksasa, ingin pergi jalan-jalan, ikut beberapa workshop atau simposium, cari makanan kecil untuk anak, dan masih banyak lagi. Dan saya sedang mencari cara bagaimana semua itu bisa terlaksana. Jadi sekarang adalah waktunya untuk kampanye komitmen. Sehingga di akhir hari, ketika saya melihat tulisan ini kembali, saya tahu apa yang saya lupakan (selain untuk menulis, red.)

Waktunya membuat semua keinginan tadi menjadi nyata. Ayo kita mandi dan memulai hari!!

Jogja, 5 Oktober 2011

Mayang

Senin, 03 Oktober 2011

Public Speaking #30harimenulis...Lagi

I MADE IT!!! Yeayyy....

Itu perasaan hati saya ketika moderator menutup diskusi dengan kesimpulan. Persiapan yang sudah dilakukan sejak bulan Maret 2011 menjadi berarti. Saya bukan orang yang takut tantangan, tetapi saya lebih suka memilih menulis dan mendengarkan dibandingkan berbicara di depan umum. Tapi itu sudah saya lewati pula hari ini, dan saya yakin saya bisa berbicara untuk kedua kalinya.

Walaupun sistem tubuh saya bertolak belakang dengan otak saya. Ketika akan dimulai jantung saya berdebar bagaikan genderang, keringat dingin mulai menjalari tengkuk dan punggung, badan dan muka terasa panas sekali. Parahnya ketika saya maju kedepan, saya dapat mendengar suara saya sendiri yang bergetar dan tangan gemetar. Oh my God,,, setelah beberapa slide, saya tarik napas dan mulai mengendalikan diri saya. Akhirnya saya bisa melanjutkan sisa presentasi itu.

And...I made it. Diskusi berlangsung lancar dan saya sudah bisa tersenyum lepas. Tapi yang saya sesali kenapa bau badan saya tercium, setidaknya oleh saya sendiri, ketika proses diskusi itu. Walaupun kecil kemungkinan pria yang duduk disamping saya tertarik dengan saya, tapi ampun deh. Saya sampai mengapitkan kedua tangan saya dan berusaha sekuat tenaga tidak mengangkat tangan saya. Maaf ya mas P, bila mengganggu kenyamanan hidung mas P.

Jogja, 3 Oktober

Mayang