Tulisan hari ini sebetulnya terinspirasi dari kawan yang memotivasi saya dari komentarnya atas tulisan saya terdahulu. Saya teringat dengan kata ‘adiksi’. Bisa tidak ya kalau kecanduan atau euphoria menulis, blogging, sketching, atau apapun hobi yang bersifat positif, dikatakan sebagai adiksi?
Sekedar mengingatkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adiksi adalah kecanduan atau ketergantungan secara fisik dan mental thd suatu zat. Tapi apakah menulis juga termasuk adiksi? Bagi saya sih iya, menulis adalah suatu kebutuhan (yang terkadang terlupakan..) yang membuat saya menjadi diri saya sendiri. Apakah anda setuju?? (I got confused with my own words, sorry..)
Saya teringat kejadian yang membuat saya mengalami ‘adiksi’ kepada tulisan. Salah satunya adalah ketika seorang sahabat saya memiliki binder baru. Sampulnya yang berwarna hitam mengkilap, kertas yang putih bersih, dan kemudahannya dibawa-bawa, cukup menggiurkan bagi saya yang waktu itu belum punya ( but I thought I never had one ;D ). Sayang rasanya melihat kertas-kertas itu putih bersih, akhirnya saya menawarkan diri (sebetulnya meminjam kemudian menulis tanpa ijin beliau, hehehehe.…) untuk mengisinya. And what happen next is… sahabat saya membalas tulisan saya di binder tersebut. Dari situ kami saling mengisi binder tersebut secara bergantian. I’m addicted!!
Salah satu tulisan saya di binder tersebut adalah komentar saya terhadap pantat seorang aktor (Yes, you got it right… somebody’s ass). Sahabat saya tertawa terpingkal-pingkal ketika melihat tulisan itu. Dan yang paling menyenangkan untuk saya waktu itu adalah betapa mudahnya saya mengekspresikan perasaan saya dalam bentuk tulisan daripada bentuk verbal ( I don’t get along with people very well )
Saya belum pernah mengucapkan terima kasih kepada sahabat binder saya. Thank you for giving me addiction that change my life, I never regret it. Merci
03/06/2011
Mayang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar