Selasa, 04 Juni 2013

The "Lebay" Tiger Series #30HariMenulis


Twilight with Rick Riordan taste.

Biasanya saya hanya bisa merekomendasikan buku sebatas dari apa yang menarik dari buku itu. Awalnya saya melihat buku Tiger’s Curse di Gramedia Teraskota. Dengan embel-embel New York Times Bestseller, sukses menarik perhatian saya untuk melihat resensinya. Ceritanya cukup menarik walaupun saya merasa pernah membaca atau melihat cerita yang seperti ini. Resensi seri pertamanya langsung saya kutip dari bukunya,

The last thing teenager Kelsey Hayes thought she'd be doing over the summer was meeting Ren, a mysterious white tiger and cursed Indian prince! When she learns she alone can break the Tiger's curse, Kelsey's life is turned upside-down. The unlikely duo journeys halfway around the world to piece together an Indian prophecy, find a way to free the man trapped by a centuries-old spell, and discover the path to their true destiny.

Berhubung saya pecinta genre petualangan dan fantasi jelas buku ini masuk kedalam daftar pencarian saya. Setelah mencari kesana kemari, akhirnya saya pun sukses mendapatkan keempat seri-nya. Kalau menurut penerbitnya serial ini tamat di buku keempat, walaupun pengarangnya – Ms. Houck – berniat menulis buku kelima.

Legenda India jarang digali oleh pengarang Amerika, jadi hal itu menjadi sisi positif serial ini (selain dengan penggambaran yang cukup detil untuk Ren dan Kishan, yummy males!). Serial ini didasari pada satu sosok legenda India yaitu Durga, seorang dewi bertangan delapan dengan senjata yang berbeda di tiap tangannya dan takdirnya untuk sebagai Mahishasura Mardini . Selain perjalanan mencari senjata-senjata Durga untuk memecah kutukan macan pada Ren dan Kishan, serial ini juga memfokuskan kepada cinta segitiga tokoh utamanya yaitu Kelsey, Ren, dan Kishan.

Serial ini akan menarik jika konflik diantara ketiga tokoh utamanya tidak melulu didominasi oleh kegalauan yang diderita oleh Kelsey, yang membuat saya bingung. Karena buat saya (dan sebagian besar pembaca serial ini) Love isn't who you can live with, it's who you can't live without. Mungkin bagi penulis konflik yang sederhana kurang panjang dan membumbui cerita petualangannya sendiri. Dan dengan genre young adult, terasa jelas kebimbangan si penulis untuk menggambarkan hubungan antar tokoh utama untuk mengarah ke dewasa/adult.

Saya sendiri hanya tertarik sampai seri kedua, tetapi untuk mengerti akhir ceritanya, mau tidak mau saya harus terus sampai seri keempatnya. Walaupun dengan twist yang membuat saya bernapas lega di akhir buku keempat, saya cukup hangover dengan kegalauan Kelsey yang mengingatkan saya dengan Bella Swan.

4 Juni 2013 #4

Mayang

P.S. Berhubung ini review buku pertama saya, mohon kritik dan sarannya ya ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar